Selama kehamilan, kesehatan ibu dan janin harus diperhatikan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang janin. Gangguan kehamilan juga dapat dihindari jika kesehatan terjamin. Untuk menjamin kesehatannya tersebut, sangat diperlukan memahami cara menghitung usia kehamilan. Terdapat 4 cara untuk mengetahui usia kehamilan secara akurat seperti berikut ini.

1. Metode
Kalender
Cara
pertama yang dapat digunakan untuk menghitung usia kehamilan adalah metode
kalender. Metode ini sangat umum digunakan dan dilakukan berdasarkan HPHT (Hari
Pertama Haid Terakhir), namun khusus untuk Anda yang mempunyai siklus haid
teratur yaitu 28 hari.
Periode
kehamilan rata-rata berlangsung selama 280 hari atau 40 minggu sejak hari
pertama haid terakhir. Berdasarkan perhitungan medis, HPHT ini ditetapkan
sebagai hari pertama kehamilan. berikutnya, penghitungan dilakukan menggunakan
rumus Naegele.
Setelah
menentukan HPHT, tambahkan 7 hari, kemudian kurangilah 3 bulan, dan tambahkan
lagi 1 tahun. Sebagai contoh, jika HPHT adalah 1 November 2019, maka HPL hasil
penghitungan adalah 8 Agustus 2020. Dari tanggal HPL tersebut, Anda bisa
mengetahui usia kehamilan.
2. Pemeriksaan
Fisik
Melalui
pemeriksaan fisik oleh dokter kandungan, Anda bisa mengetahui usia kehamilan.
Pada umumnya, pemeriksaan fisik ini juga disertai dengan USG untuk memastikan
hasil pemeriksaan dokter. Pemeriksaan fisik ini dilakukan dengan mengetahui
ukuran rahim dan gejala yang dialami ibu hamil. Meskipun demikian, metode ini
tidak bisa mendeteksi komplikasi kehamilan.
3. USG
USG
adalah sebuah metode pemeriksaan kehamilan yang sangat akurat karena didampingi
dokter dan dimonitor scan USG. Pemeriksaan dengan gelombang ultrasonik untuk
menangkap gambar janin merupakan cara dokter menghitung usia kehamilan.
Hasil
USG lebih akurat jika pemeriksaan dilakukan di awal kehamilan karena dalam
beberapa minggu ke depan, janin berkembang dengan kecepatan sama. Oleh karena
itu, saat mengalami terlambat haid disertai tanda-tanda kehamilan, segeralah
memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk memastikan kehamilan sekaligus usia
kandungan.
Selain
memastikan kondisi janin yang sesuai dengan perkembangan usianya, penghitungan
usia kehamilan juga bermanfaat untuk menentukan HPL (Hari Perkiraan Lahir).
Jadi, pemeriksaan kandungan sejak awal kehamilan sangatlah direkomendasikan.
4. Kalkulator
Kehamilan Online
Cara
berikutnya yang dapat digunakan untuk menghitung usia kehamilan adalah dengan
kalkulator kehamilan online. Anda
bisa mengunduh aplikasinya di internet secara gratis. Bagaimana cara
menggunakannya?
Cara
penghitungannya sangatlah mudah. Anda cukup memasukkan detail tanggal, bulan,
dan tahun yang menjadi hari pertama haid terakhir (HPHT). Setelah itu,
kalkulator kehamilan online akan
memberitahukan hasil penghitungan yang diproses secara sistem. Cara ini
terbilang cepat dan mudah.
Itulah
beberapa cara untuk menghitung usia kehamilan. Dalam kajian parenting, sudah diwajibkan
untuk memantau kondisi janin setiap periode melalui pemeriksaan kandungan dan
perhitungan usia kehamilan. Dengan mengetahui usia kehamilan secara akurat,
Anda bisa memastikan kondisi janin secara pasti sesuai dengan usianya.
Belum ada tanggapan untuk "4 Cara Menghitung Usia Kehamilan untuk Pantau Perkembangan Janin"
Post a Comment